5 Keresahan yang Dialami oleh Peserta Seleksi CPNS 2018

Menjadi seorang abdi negara / PNS masih menjadi impian sebagian besar masyarakat di Indonesia, tak heran pada pembukaan seleksi CPNS 2018, jutaan masyarakat Indonesia ramai untuk mendaftar dengan harapan bisa lolos dan hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan seleksi CPNS ini dikenal sebagai seleksi sejuta umat.

Seleksi CPNS 2018

Dikutip dari pernyataan Kementerian PAN-RB, bahwa pada tahun 2018 kemarin telah dibuka pendaftaran seleksi CPNS pada bulan Oktober, dengan jumlah formasi yg dibuka sebanyak 238.015 formasi. Dari formasi tersebut, tercatat jumlah pelamarnya mencapai 3.628.620 orang. Wow, luar biasa bukan?

Jutaan pelamar ini nantinya akan diseleksi dan harus melewati 3 tahap yaitu seleksi administrasi, tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), dan tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang)

Ane yg juga sebagai salah satu peserta CPNS 2018 kemarin akan merangkum beberapa keresahan yang dialami oleh pelamar CPNS 2018 selama mengikuti seleksi. Yok cekidot!

5 Keresahan yang Dialami oleh
Peserta Seleksi CPNS 2018

1. Seleksi Administrasi yang Banyak Menggugurkan Peserta

Seleksi CPNS Administrasi

Dikutip dari cuitan akun resmi BKN pada tanggal 21 Oktober 2018, ada sebanyak 537.664 peserta yang gagal dalam seleksi administrasi, jumlah ini hampir 20% dari total pelamar yang sudah diverifikasi. Beberapa penyebab kegagalan dalam seleksi administrasi yaitu kesalahan pada saat mengupload / mengumpulkan persyaratan berkas pendaftaran, atau bisa juga ketidaksesuaian antara gelar pendidikan pelamar dengan formasi yang ingin dilamar.
Contohnya jabatan guru komputer tidak bisa dilamar oleh peserta yang berkuliah di jurusan ilmu komputer murni, melainkan hanya bisa dilamar oleh peserta yg berkuliah di jurusan pendidikan komputer.


2. Tes Karakteristik Pribadi yang Terlihat Mudah Menjadi Momok yang Paling Menakutkan

Seleksi CPNS TKP

Setelah lolos seleksi administrasi, peserta akan lanjut mengikuti tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing instansi. Tes SKD ini terdiri dari 3 macam soal yaitu TIU (Intelegasi Umum), TWK (Wawasan Kebangsaan), dan TKP (Karakteristik Pribadi). Dari 3 jenis soal ini, tes TKP lah yang paling banyak menggugurkan peserta.
Tes ini menuntut kita untuk memilih jawaban yang paling benar diantara pilihan jawaban yang semuanya terlihat benar. Soal ini terlihat mudah ketika dikerjakan tetapi ketika melihat hasilnya benar-benar diluar dugaan, hanya sekitar 10% dari peserta CPNS 2018 yang bisa lulus pada tes ini.


3. Adanya Perankingan Peserta Agar Lolos ke Tahap Tes SKB

Seleksi SKB

Karena jumlah peserta yang berhasil lolos passing grade di tes SKD sangat sedikit, bahkan jumlah peserta yang lolos kurang dari jumlah formasi yang dibutuhkan, maka dibuatlah kebijakan baru yaitu perankingan berdasarkan nilai tertinggi tes SKD. Sebelum ada kebijakan ini, sempat muncul petisi online dari kalangan peserta yang tidak lolos passing grade dan menganggap tes SKD ini benar-benar susah, anak Presiden pun juga gagal pada tahap ini. Akhirnya banyak peserta yang awalnya tidak lolos passing grade, berharap-harap cemas supaya bisa lolos ke tahap selanjutnya melalui perankingan ini.


4. Beberapa Instansi Tidak Menggunakan Sistem CAT Pada Pelaksanaan Tes SKB

Sistem CAT

Setelah dinyatakan lolos pada seleksi tes SKD, maka peserta akan lanjut mengikuti tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Beberapa instansi menggunakan sistem CAT pada tahap seleksi SKB ini, sehingga transparansi dan keadlian bagi tiap peserta benar-benar terjamin, karena nilai langsung muncul setelah peserta menyelesaikan ujian. Namun ada beberapa instansi yang menggunakan ujian praktek secara langsung pada tahap ini, sehingga objektivitas dan transparansi dalam proses penilaian belum tentu terjamin.


5. Alhamdulillah lolos.. Kapan mulai kerja???

Kapan Kerja?

Yak.. ini adalah keresahan terakhir yang saat ini sedang dirasakan oleh Ane sendiri dan mungkin juga peserta lain yg lolos seleksi CPNS 2018. Sudah ada beberapa instansi yang pegawai baru nya sudah mulai aktif bekerja, namun masih banyak juga instansi yang belum memberi info kapan CPNS mulai aktif bekerja di instansi tersebut, padahal target dari BKN bahwa TMT dilaksanakan paling lambat tanggal 1 Maret 2019. Hal ini dikarenakan proses penyampaian berkas dan penetapan NIP CPNS yang hingga kini masih terus berlangsung.

Bahkan ada beberapa teman Ane yang saat ini sudah menjadi penggangguran karena sudah resign dari tempat kerja terdahulu. Ya kita doakan saja, semoga proses ini dapat berjalan dengan lancar sehingga peserta yang lolos CPNS dapat segera bertugas pada instansinya masing-masing, dan dapat melayani masyarakat serta mengabdi kepada Negara Indonesia.


Terima kasih sudah membaca artikel ini, saya hanya ingin berbagi kisah ddan semoga apa yang saya bagikan dapat bermaanfat bagi kita semua, dan juga dapat mengurangi sedikit keresahan yang saya alami. Hehee… 😀

Share this :

0 comments on “5 Keresahan yang Dialami oleh Peserta Seleksi CPNS 2018Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published.