Pengertian dan Jenis-Jenis Media Transmisi Unguided (Wireless)

Pengertian Media Transmisi Unguided (Wireless)

Media transmisi unguided (wireless) adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya,media ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara,ruang hampa udara atau air.

Jenis-Jenis Media Transmisi Unguided (Wireless)

1. Wireless 2,4 GHz

Wireless

Wireless 2,4 GHz merupakan salah satu media transmisi unguided dalam bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekwensi tinggi yaitu berjalan pada pita frekwensi 2,4 GHz yang meliputi kawasan UHF, SHF, dan EHF,. Wireless 2,4 GHz ini biasanya digunakan padaa system jaringan MAN dan banyak digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP) unruk menghubungkan client mereka ke BTS terdekat.

Wireless 2,4 GHz ini bekerja pada protocol IEEE802.11 b dan g. IEEE802.11 adalah serangkaian spesifikasi kendali akses medium dan lapisan fisik untuk mengimplementasikan komunikasi komputer wireless local area network di frekuensi 2.4, 3.6 , 5, dan 60 GHz. Protokol ini diciptakan dan dioperasikan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers. Versi dasar dirilis tahun 1997 dan telah melalui serangkaian pembaruan dan menyediakan dasar bagi produk jaringan nirkabel Wi-Fi.

Standarisasi IEEE802.11b saat ini yang paling banyak digunakan saaat ini. Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia. Transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps. Sedangkan pada standarisasi IEEE802.11g menawarkan bandwidth yang tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek) pada rentang frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11g mundur kompatibel dengan standar 802.11b, yang berarti bahwa perangkat yang mendukung standar 802.11g juga dapat bekerja dengan 802.11b.

Media Wireless Unguided 1

Wireless 2,4 GHz menggunakan radio frekwensi yng membutuhkan media rambat yang juga harus bersih tanpa gangguan. Gangguan bias berupa halangan seperti pohon, gedung, tembok, kaca, atau interferensi frekwensi dari perangkat lain di sekitarnya. Alokasi frekwensi wireless 2,4 GHz sudah diatur dalam regulasi di setiap wilayah dan Negara. Lebih detailnya untuk frekwensi 2,4 GHz dibagi dalam beberapa channel dengan lebar channel masing-masing 22MHz.


2. WiMax

Wimax

WiMax adalah salah satu dari teknologi Jaringan Wireless (Tanpa Kabel) yang cakupannya mencapai MAN, pembahasan berikut ini akan mengupas tuntas tentang Teknologi Jaringan WiMax berserta analisisnya.

WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) atau bisa kita singkat BWA (Broadband Wireless Access). WiMax merupakan jaringan wireless yang hanya mencakup klasifikasi jaringan WMAN (Wireless Metropolitan Area Network) yang memiliki kecepatan transfer rate data per/bit yang cukup cepat berkisar antara 60-70 MBps dan memiliki jangkauan jarak frekuensi yang mencapai hingga 50 KM.

Teknologi jaringan WiMax ini memiliki standar IEEE 802.16, merupakan penggabungan antara standar WiMax dengan standar ETSI HiperMAN, teknologi jaringan WiMax ini sangat cocok di terapkan pada daerah desa terpencil yang belum adanya infrastruktur yang menyediakan layanan telekomunikasi dan sulitnya medan untuk membuat jaringan telekomunikasi yang menggunakan kabel, maka dari itu teknologi WiMax menjawab semua kesulitan tersebut dengan teknologi wireless yang menggunakan frekuensi mencakup area yang cukup luas.

Teknologi jaringan WiMax memiliki dua jenis band frekuensi sistem wireless yaitu sebagai berikut :

  1. Licensed Band merupakan License Otoritas yang membutuhkan adanya operator yang memperoleh hak untuk menyediakan layanan pada suatu daerah atau area dari regulator.
  2. Unlicensed Band merupakan kebalikannya dari “Licensed Band” yaitu tidak membutuhkan adanya lisense dan setiap orang bebas menggunakan frekuensi di seluruh area pada daerah tertentu.

Jadi, sebagai teknologi jaringan yang berbasis pada penggunaan frekuensi, dalam pelaksanaan jaringan WiMax sangat tergantung pada kesesuaian dan ketersediaan pada spektrum frekuensi.

WiMax telah menetapkan dua frekuensi utama yaitu sebagai berikut :

  1. Fixed WiMax “Band 3.5 GHz dan 5.8 Ghz”.
  2. Mobile WiMax “Band 2.3 Ghz, 2.5 Ghz, 3.3 Ghz, dan 3.5 GHz”

Media Wireless Unguided 2

Jenis-jenis Frekuensi WiMax yaitu :

  1. Non Line of Sight “NLOS”, sama seperti kerja jaringan Wifi, dari sebuah perangkat gadget yang memiliki antena untuk menghubungkan pada tower frekuensi WiMax yang memiliki range frekuensi antara 2-11 Ghz seperti layaknya pada jaringan Wifi.
  1. Line of Sight “LOS”, ini berbeda dengan NLOS, perangkat antena parabola yang mengarah langsung pada tower frekuensi WiMax yang memiliki range frekuensi 66Ghz.

Teknologi Jaringan WiMax pada dasarnya sama dengan teknologi jaringan Wifi, namun pada kenyatannya jaringan WiMax berbeda dengan jaringan Wifi hanya pada konsep dan prinsip kerjanya yang sama.

Jaringan WiMax memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan daerah jangkauan yang lebih luas di bandingkan dengan teknologi jaringan Wifi, WiMax dapat mengirim data dengan kecepatan 70 MBps sedangkan Wifi hanya dapat mengirim data dengan kecepatan 54 MBps dan frekuensi WiMax dapat menjangkau area berkisar 30 mil “50 KM” sedangkan frekuensi Wifi hanya menjangkau area 100 feet “100 M”, telah kita ketahui sebelumnya bahwa peningkatan dan penurunan kecepatan transfer rate data ditentukan dari area akses yang kita tempati, bila kita mengakses data jauh dari tower frekuensi wireless maka kecepatan transfer rate data yang kita terima menjadi kurang maksimal, namun sebaliknya bila kita mengakses data di dekat tower wireless yang kita gunakan maka transfer rate data yang kita terima akan sangat maksimal.


3. Satelit

Satelit

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan keguaananya seperti: satelit cuaca, satelit komonikasi, satelit iptek dan satelit militer. Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara -negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina, telah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya. Posisi satelit pada orbitnya ada tiga macam, yaitu Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.

  1. Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di atas permukaan bumi.
  2. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
  3. Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
  4. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
  5. Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi. Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi. Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi. Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit. Satelit juga menggunakan transponders, yaitu sebuah alat untuk memungkinkan terjadinya komunikasi 2 arah.

Media Wireless Unguided 3

Umumnya komunikasi satelit menggunakan banyak tranponders. Contohnya Intelsat VIII menggunkan 44 transponders dapat mengakomodir 22.500 telepon sirkuit dan 3 channel TV, pada masa sekarang ini sampai bias mengakomodir komunikasi di Asia dan Afrika. Antena satelit sangat penting peranannya dalam jaringan komunikasi satelit. Karena benda yang ini berfungsi sebagai penerima transimisi di setiap kawasan di dunia.

Share this :

0 comments on “Pengertian dan Jenis-Jenis Media Transmisi Unguided (Wireless)Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published.